Rabu, 19 Desember 2012

Android 4.2: Sebuah rasa baru Jelly Bean.

Android 4.2 mengambil kecepatan dan kesederhanaan Jelly Bean ke tingkat yang berbeda - pengalaman kamera yang sama sekali baru yang di luar cerdas, bentuk baru dari mengetik yang membantu Anda kekuatan melalui pesan Anda, dan banyak lagi.

Satu tablet, banyak pengguna.

Ini tablet sepenuhnya disesuaikan. Dan mereka juga. Dengan dukungan untuk beberapa pengguna, Anda dapat memberikan setiap orang ruang mereka sendiri. Setiap orang dapat memiliki homescreen sendiri, latar belakang, widget, aplikasi dan permainan - nilai tinggi bahkan individu dan tingkat! Dan karena Android dibangun dengan multitasking pada intinya, itu adalah mudah beralih antara pengguna - tidak perlu log in dan keluar. Tersedia hanya pada tablet.

Berbagi apa yang ada di telepon Anda di layar lebar.

Android 4.2 memungkinkan perangkat untuk mengaktifkan display nirkabel. Anda dapat berbagi film, video YouTube, dan apapun yang ada di layar Anda pada HDTV. Hanya dengan menghubungkan adaptor display nirkabel ke TV HDMI-enabled mencerminkan apa yang ada di layar Anda dengan cepat dan mudah.
Daydream.
Daydream memungkinkan perangkat Android Anda menampilkan informasi yang berguna dan menyenangkan saat idle atau berlabuh.Pamerkan album foto Anda, mendapatkan berita terbaru dari Google Aktual, dan banyak lagi.
Expandable, ditindaklanjuti pemberitahuan.
Android selalu menempatkan Anda dalam kendali ketika datang untuk tinggal diberitahu dan terhubung. Hanya menggesek turun dari bagian atas layar untuk melihat semua pemberitahuan Anda di satu tempat. Terlambat untuk pertemuan atau panggilan tak terjawab? Mengambil tindakan dalam sekejap langsung dari naungan pemberitahuan.
Cepat dan halus.
Kami menempatkan Android di bawah mikroskop, membuat segalanya terasa cepat, cairan, dan halus. Dengan grafis mentega dan transisi halus, bergerak antara layar awal dan beralih di antara aplikasi yang mudah, seperti membalikkan halaman dalam sebuah buku.
Respon sentuhan yang lebih reaktif dan seragam berarti Anda hampir dapat merasakan piksel bawah sebagai bergerak jari Anda di layar. Jelly Bean membuat perangkat Android lebih responsif dengan meningkatkan CPU perangkat Anda seketika saat Anda menyentuh layar, dan mengubahnya turun ketika Anda tidak perlu untuk meningkatkan masa pakai baterai.
Beam foto dan video.
Dengan Android Beam pada Jelly Bean kini Anda dapat dengan mudah berbagi foto dan video hanya dengan keran sederhana, di samping kontak berbagi, halaman web, video YouTube, arah, dan aplikasi. Hanya menyentuh dua NFC-enabled perangkat Android back-to-back, lalu ketuk untuk berkas apa pun yang ada di layar ke teman Anda.
Widgets bekerja seperti sihir.
Dengan Jelly Bean itu sekarang lebih mudah untuk mempersonalisasi layar awal. Seperti Anda menempatkan widget di layar, segala sesuatu yang lain secara otomatis bergerak untuk membuat ruang. Ketika mereka terlalu besar, widget mengubah ukuran sendiri. Berinteraksi dengan aplikasi favorit Anda dan menyesuaikan layar rumah Anda belum pernah lebih mudah.

Sumber: http://www.android.com/whatsnew/ 

Mengenai Android


Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola,Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Kerjasama dengan Android Inc.

Pada Juli 2005, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.

Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkanNexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search(pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech(tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom. Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.

Android versi 4.0 (ICS: Ice Cream Sandwich)

Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC. Ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi ini adalah Samsung Galaxy Nexus.

Android versi 4.1 (Jelly Bean)

Android Jelly Bean yaang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.
Tak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga. Sistem operasi Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.



Mengenai Blackberry


BlackBerry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, menjelajah internet, messenger (Blackberry Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai menjadi suatu kebutuhan untuk fashion. BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.

Sejarah blackberry

BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operatorIndosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama BlackBerry. Pasar BlackBerry kemudian diramaikan oleh dua operator besar lainnya di tanah air yakni Excelcom dan Telkomsel.
Akibat tuntutan pemerintah Indonesia, Blackberry akhirnya membuka kantor perwakilan di Indonesia pada November 2010.

Produk unggulan blackberry

Produk yang menjadi andalan utama dan membuat BlackBerry digemari di pasar adalah fitur email cepat (push e-mail). Produk ini mendapat sebutan email cepat karena seluruh email baru, daftar kontak, dan informasi jadwal (calendar) “ditampilkan” langsung ke dalam BlackBerry secara otomatis.
Seperti yang telah disebutkan di atas mengenai keunggulan dari BlackBerry, yaitu push e-mail. Dengan push e-mail semua e-mail masuk dapat diteruskan langsung ke ponsel. E-mail juga sudah mengalami proses kompresi danscan di server BlackBerry sehingga aman dari virus. Lampiran file berupa dokumen Microsoft Office dan PDF dapat dibuka dengan mudah. Sebuah e-mail berukuran 1 MB, jika diterima melalui push e-mail dapat menjadi 10 kb dengan isi yang tetap. (RBA4762)
Pengguna tidak perlu mengakses Internet terlebih dulu dan membuka satu persatu e-mail yang masuk, atau pemeriksaan e-mail baru. Hal ini dimungkinkan karena pengguna akan terhubung secara terus-menerus dengan dunia maya melalui jaringan telepon seluler yang tersedia. Alat penyimpanan juga memungkinkan para pengguna untuk mengakses data yang sampai ketika berada di luar layanan jangkauan nirkabel. Begitu pengguna terhubung lagi, BlackBerry Enterprise Server akan menyampaikan data terbaru yang masuk.
Kelebihan lainnya adalah kemampuan BlackBerry yang dapat menampung e-mail hingga puluhan ribu tanpa ada risiko hang, asalkan masih ada memori tersisa.
BlackBerry juga bisa digunakan untuk chatting. Mirip dengan Yahoo Messenger yang bernama BlackBerry Messenger (BBM) yang berjalan melalui jaringan BlackBerry dengan memasukan nomor identitas unik dari setiap ponsel BlackBerry (PIN).
Semua layanan BlackBerry ini dikenal sangat aman baik e-mail, chatting, maupun browsing. Untuk browsing Internet, data-data dari website sudah dikompresi sehingga lebih cepat dibuka.
Fasilitas lain yang menjadi andalan BlackBerry adalah pesan instan. Yahoo Messenger, Google Talk dan Skype kini telah menjadi rekanan dengan BlackBerry. Teknologi terkini memang memungkinkan kita untuk “mengobrol” (chatting) di Internet melalui telepon genggam dan Personal Digital Assistant(PDA). Tetapi yang berbeda pada BlackBerry adalah proses instalasi lengkap yang bisa dilakukan nya melalui jaringan nirkabel.
Melihat fenomena BlackBerry yang digemari masyarakat karena keunggulan fasilitas komunikasinya, membuat banyak perusahaan IT berkembang dan berlomba-lomba menciptakan aplikasi yang paling mutakhir untuk pengguna BlackBerry. Salah satu diantaranya adalah aplikasi Intar.
Keunggulan lain juga hadir melalui teknologi kompresi yang menyebabkan biaya akses menjadi murah dan pemberitahuan jawaban pesan melalui tanda getar pada BlackBerry.
Penggunaan BlackBerry semakin meluas dengan hadirnya fasilitas koneksi BlackBerry (BlackBerry Connect). Dengan BlackBerry Connect, pengguna tidak lagi harus menggunakan perangkat genggam BlackBerry untuk memanfaatkan BlackBerry Internet Solution. Pengguna hanya perlu menginstalasi BlackBerry Connect pada smartphone merek apapun yang dimiliki, kita bisa memanfaatkan BlackBerry Internet Solution.

Sistem operasi

RIM menyediakan sistem operasi multi-tugas (multi-tasking operating system - OS) bagi BlackBerry yang memungkinkan penggunaan secara intens dari sebuah alat. OS menyediakan dukungan bagi MIDP 1.0 dan WAP 1.2. Versi sebelumnya memungkinkan sinkronisasi nirkabel melalui e-mail dan kalendar Microsoft Exchange Server, dan juga e-mail Lotus Domino. Sementara OS 4 yang terbaru merupakan pelengkap dari MIDP 2.0, dan memungkinkan aktivasi nirkabel lengkap dan sinkronisasi dengan e-mail, kalender, dan lain-lain.

Perangkat lunak
BlackBerry menyediakan berbagai perangkat lunak yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi.

BlackBerry Enterprise Server (BES)
Perangkat genggam BlackBerry terintegrasi pada sistem e-mail yang terorganisasi melalui paket perangkat lunak yang disebut BlackBerry Enterprise System (BES). BES dapat digunakan oleh jaringan e-mail yang berbasis Microsoft Exchange, Lotus Domino, dan Novell Group Wise. Khusus pada pengguna individu, mereka dapat menggunakan layanan e-mail nirkabel yang disediakan oleh provider tanpa harus menginstalasi BES. Para pengguna individu dapat menggunakan BlackBerry Internet Solution tanpa harus menginstalasi BES di smartphone mereka. BES memang ditujukan bagi pelanggan korporasi dengan cakupan usaha yang besar. Perangkat lunak ini mengintegrasikan seluruh smartphone BlackBerry pada suatu organisasi dengan sistem perusahaan yang telah ada. Keuntungan yang diperoleh adalah memperluas komunikasi nirkabel dan data perusahaan kepada pengguna aktif dengan cara yang aman.

BlackBerry Professional Software (BPS)
BPS merupakan komunikasi nirkabel dan kolaborasi solusi bagi usaha kecil dan menengah. Ia menghadirkan berbagai fitur yang dibutuhkan karyawan, dalam sebuah paket yang mudah dipasang dan harga yang lebih murah.

BlackBerry Internet Service (BIS)
Perangkat lunak yang diperuntukkan bagi pengguna pribadi ini memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan smartphone dengan 10 akun e-mail yang berbasis Post Office Protocol (POP3) dan Internet Message Access Protocol (IMAP), menerima dan mengirim pesan instan, serta berselancar di internet. Dengan BIS, kita juga dapat membuka tambahan data (attachment) dalam bentuk excel, word, powerpoint, pdf, zip, jpg, gif dengan tingkat kompresi data yang tinggi.

BlackBerry Mobile Data System (BlackBerry MDS)
Sebuah aplikasi optimisasi pengembangan kerangka kerja untuk BlackBerry Enterprise Solution, menyediakan Anda sebuah alat pengembangan untuk membangun, menyebarluaskan, serta mengatur interaksi antara BlackBerry smartphone dan aplikasi perusahaan.

Jaringan seluler
Smartphone BlackBerry dapat beroperasi pada berbagai jaringan seluler berikut, yaitu:

CDMA2000 1X Ev-DO
Jaringan CDMA2000 1X memungkinkan kita untuk memelihara koneksi jaringan nirkabel untuk layanan data. Jaringan ini menyokong layanan untuk data berkecepatan-tinggi, dirancang untuk komunikasi data di area luas serta menawarkan layanan suara berkualitas tinggi, didukung oleh Ev-DO (Evolution Data Optimized) atau Evolusi Optimalisasi Data. Operator CDMA di Indonesia yang sudah mengoperasikan jaringan CDMA2000 1X Ev-DO yakni Telkom Flexi, Mobile-8, dan Smart Telecom. Telkom adalah operator pertama di Indonesia yang mengoperasikan jaringan ini di Surabaya. Teknologi terakhir baru mencapai Ev-DO Rev 0 yang mana kecepatannya baru mencapai 2,4 Mbps sedangkan Smart Telecom dan Mobile-8 sudah mencapai kecepatan 3,1 Mbps.

GSM/GPRS/EDGE/UMTS
BlackBerry Pearl
Jaringan GSM/GPRS/EDGE/UMTS memungkinkan kita untuk memelihara koneksi virtual dengan jaringan nirkabel untuk layanan data. GPRS (General Packet Radio Service), EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution) dan UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) adalah sebuah jaringan paket yang bisa dipakai bergantian, dirancang untuk komunikasi data pada area luas, sementara GSM (Global System for Mobile Communications) memberikan layanan suara berkualitas tinggi. UMTS, atau biasa dikenal sebagai 3GSM, memberikan sinkronisasi suara dan fungsionalitas data, memberikan dukungan bagi perpindahan data dengan kecepatan tinggi.

Mike
Jaringan Mike mengggunakan teknologi Digital Enhanced Network (iDEN) yang telah terintegrasi. Teknologi yang serba digital ini dirancang untuk menyediakan suara berkualitas tinggi serta transmisi yang berskala nasional

Mobitex dan Nextel
Jaringan Mobitex dan Nextel adalah jaringan yang dirancang untuk komunikasi data nirkabel pada area yang luas. Ia menyediakan cakupan yang luas dan penetrasi ke dalam gedung, pencarian data dengan mulus, pengiriman dan peneriman pesan dengan sangat cepat, serta layanan pesan tingkat lanjut yang dapat diandalkan.

Wireless Local Area
Wireless Local Area Networks (WLAN) beroperasi pada frekuensi yang tidak memiliki izin dan biasanya digunakan untuk mengalihkan kemacetan jaringan perusahaan di udara. Hal ini diperlukan untuk meminimalkan kebutuhan akan jaringan LAN yang tradisional. WLAN dirancang dengan tujuan agar departemen IT bisa mengatur jaringan nirkabel mereka sendiri, memungkinkan mobilitas internal bagi fasilitas yang diperuntukkan bagi karyawan perusahaan. Dengan adanya Voice over IP (VoIP), WLANs kini bisa digunakan untuk menghantarkan data maupun suara.


Selasa, 11 Desember 2012

Mengadu Domba Berkedok Nasionalisme


Penulis: Eddward Samadyo Kennedy

Bagi warga negara Indonesia, memberi dukungan kepada timnasnya adalah motif klise yang berujung pada sikap sentimentil. Terlebih, dalam momen pertarungan antara PSSI dan KPSI seperti sekarang ini, dukungan terhadap timnas tak ubahnya seperti menapaki jalan martir.

Siapa saja Anda yang mendukung timnas pada saat sekarang, maka Anda harus siap dengan segala konsekuensi tuduhan atau makian, yang di dalamnya selalu terselip label "antek-antek", entah "antek-antek PSSI" atau "antek-antek KPSI". Sepakbola di tanah air ini kemudian berubah menjadi laku yang sangat politis, penuh hujatan, dan semakin miskin prestasi.

Hal itulah yang sempat dicemaskan oleh Football Fandom, salah satu pegiat diskusi tentang sepakbola di Yogyakarta, ketika berencana menggelar acara nonton bareng Indonesia kontra Malaysia di kafe pada malam itu, Sabtu (1/12/2012). Tapi rasa cemas, menurut sebagian orang, adalah bagian dari pertunjukkan.

Benar saja, ketika sore mulai lenyap, orang-orang mulai berduyun datang ke kafe itu, sebagian besar duduk berbarengan, sebagian lagi berdiri, semua padu meneriakkan yel-yel, semua serentak menyanyikan koorIndonesia Raya seperti layaknya suporter Indonesia yang hadir langsung di Bukit Djalil. Rasa cemas itu musnah sudah. Mereka yang hadir di sana hanya untuk sepakbola, untuk Indonesia.

Menjadi suporter di depan layar kaca sejatinya adalah tindakan delusional. Anda akan "dipaksa" berteriak-teriak ketika wasit melakukan kesalahan, pemain lawan menunjukkan tekel berlebihan, atau tim kesayangan menyia-nyiakan peluang. Anda akan trance selama 90 menit dan tak akan menyadari bahwa ada keterpisahan jarak ribuan kilometer pada saat itu.

Dalam kurun waktu tersebut, Anda beralih wujud menjadi "cyborgian" -- teorema Slavoj Zizek untuk menyebut subjektivitas "pascamanusia" dalam dunia virtual -- yang terus menyusun rapi symbolic order(mimpi indah), meminjam istilah Zizek lainnya, secara kolektif dengan orang yang ikut menonton, berharap tim Anda akan menang berapapun dan dengan cara apapun.

Namun, apa boleh buat, meski bermain cukup apik, Indonesia akhirnya dipaksa menyerah 0-2 dari rival sedarahnya, Malaysia. Ada yang sedih sekaligus wajar dalam momen itu: kekalahan. Tetapi, suporter Indonesia sudah paham betul bagaimana cara menyikapi tragedi, bagaimana bersikap sebagai suporter dari sebuah negeri yang selalu nyaris menjadi juara di setiap turnamen.

Indonesia memang sebuah negeri dengan kompleksitas masalah yang terjadi nyaris di semua lini kehidupan. Anda dapat sebut dari segi apa yang Anda kehendaki, niscaya semua bermasalah. Pendidikan, ekonomi, hukum, keamanan, semuanya, seluruhnya. Dan semua itu dapat Anda lihat melalui satu perspektif: sepakbola.

Semua yang terjadi dalam sepakbola Indonesia nyaris rusak seluruhnya. Tak heran jika kemudian mayoritas orang-orang di sini telah dirasuki pemahaman di alam bawah sadarnya, bahwa timnas akan selalu menjadi penggembira, hanya akan menyisakan cerita pedih bagi mereka yang berharap perbaikan.

Banyak contoh untuk menggambarkan amburadulnya sistem persepakbolaan Indonesia. Satu contoh saja, misalnya, ketika pembinaan pemain usia dini tak berjalan, PSSI kemudian dengan enteng mengambil langkah instan: menaturalisasi pemain-pemain asing.

PSSI dan sebagian dari Anda bisa saja berdalih bahwa menaturalisasi pemain asing bukanlah langkah yang salah. Prancis di Piala Dunia 1998 adalah contoh konkrit, bagaimana kemudian proses menaturalisasi dapat berujung kepada trofi dan kesuksesan.

Nyaris separuh skuat Prancis asuhan Aime Jacquet kala itu adalah produk naturalisasi -- walaupun sejatinya mereka adalah warga imigran: Zinedine Zidane (Aljazair), Claude Makelele (Zaire), Lilian Thuram & Thierry Henry (Guadalupe), Christian Karembeu (New Caledonia), dan Marcel Desailly (Ghana). Tapi ada satu yang luput dari naturalisasi itu: sebuah akademi sepakbola yang sehat untuk menimba bakat pemain, meski pemain asing sekali pun.

Di Prancis, ada Clairefontaine untuk menjawab itu semua, sebuah akademi yang melahirkan Zidane, Henry, Nicholas Anelka, Hatem ben Arfa, Samir Nasri, atau Karim Benzema. Dengan sistem pembinaan sejak usia 13 tahun, Clairefontaine telah menunjukkan kepada dunia seperti apa -- dalam bahasa yang vulgar -- cara "menaturalisasi pemain yang baik dan benar".

Selain Clairefontaine, ada juga La Masia, sebuah akademi Barcelona yang merupakan buah filosofi dari Rinus Michels, sang bapak Total Football. La Masia memang tak menaturalisasi pemain asing, tetapi mereka menerapkan secara sehat lagi sistematis, bagaimana cara pembinaan pemain muda dalam kurun waktu yang tak sebentar.

Untuk menilai tolak ukur kesuksesan La Masia, Anda cukup melihat bagaimana keberhasilan Barca di bawah asuhan Pep Guardiola dan Spanyol yang berhasil meraih Piala Eropa (dua kali) dan memutus tali penantian di Piala Dunia dengan meraihnya pada 2010.

Tak hanya trofi, tetapi Barca dan Spanyol juga turut menyabet predikat sebagai tim terbaik sepanjang sejarah. Xavi Hernandez menjadi metronom gaya baru dengan pola Tiki-Taka. Dan untuk menilai bagaimana produk pemain asing jebolan La Masia, Anda cukup meneliti apakah Lionel Messi murni manusia atau betul "keturunan alien". Sejak Piala Dunia 2010, Meksiko kemudian turut menerapkan sistem La Masia di negara mereka.

Usaha PSSI menaturalisasi pemain asing sejatinya sempat berhasil untuk beberapa saat. Masyarakat Indonesia terpukau dengan postur-postur tinggi besar itu, dengan nama-nama tak familiar itu. Permainan Indonesia, yang juga bentukan dari pelatih asing, pun terlihat cukup apik, hingga mampu menembus babak final AFF 2010, kendati pada akhirnya juga kalah dengan tragis di Gelora Bung Karno, dengan lawan yang juga Malaysia.

Harus diakui, tanpa sistem pembinaan pemain muda dan kompetisi usia dini yang sehat, naturalisasi pemain asing ala PSSI terlihat tak ubahnya sikap absurd nan konyol. Percaya kepada usaha tersebut tak ubahnya seperti percaya kepada mitos teko sakti yang lahir dari dongeng Aladin di Baghdad.

Hingga saat ini, menaturalisasi bakat asing karena gagal mencari 11 pemain berkualitas di antara 300 juta lebih penduduk Indonesia adalah salah satu guyonan terbaik PSSI sepanjang sejarah. Ditambah dengan kedok nasionalisme, guyonan tersebut semakin terasa mengocok perut.

Maka, dengan segala kekonyolan yang terjadi di ranah sepakbola Indonesia saat ini, adalah ajaib ketika melihat sebagian suporter ada yang masih sudi memilih jalan martir untuk mendukung Indonesia. Bersusah payah menggadaikan motor atau laptop untuk memenuhi ambisi menonton langsung di tribun Bukit Jalil, merasakan jantung yang terus berdegub kencang karena bersemuka dengan suporter Malaysia.

Dan semakin absurd pula rasanya ketika mengetahui ada sekitar 60-an orang mau duduk berdempetan, berteriak hingga tenggorokan kering di depan layar televisi, di kafe yang tak luas itu, dengan alasan "mendukung timnas", dengan stigamitasi "antek-antek" yang kemungkinan akan mereka terima nantinya. Tapi cinta adalah soal hati, kata sebuah lirik lagu. Kekalahan adalah lain soal.

Setelah pertandingan usai, mereka yang menonton di kafe itu beranjak pulang. Beberapa di antara mereka masih ada yang berdiskusi membicarakan taktik kedua tim tadi. Beberapa yang lain ada yang memilih berdiam, coba mengkhidmati kekalahan Indonesia. Hujan lalu turun bersamaan dengan petir yang menggeledek. Kafe pun semakin sepi. Kian sepi.

Malam itu Indonesia memang kalah dari Malaysia, tak lolos ke semifinal, dan bermain tak karuan. Tapi semua suporter Indonesia yang hadir di kafe itu paham, mereka hanya mendukung Indonesia, bukan KPSI-PSSI -- apalagi politisi. Dan kelak, setelah kekalahan ini, Indonesia akan mencatat salah satu tragedi paling tragis yang pernah ada dalam sejarah sepakbolanya:

Mengadu domba bangsa sendiri dengan kedok nasionalisme.

==
* Penulis adalah wartawan detiksport. Akun twitter @propaganjen


Catatan dari 'Hari Kongres Sepakbola se-Indonesia' (Palangkaraya)


Penulis: Andi Abdullah Sururi

Palangkaraya - Pernah ada yang berkata, “kalau FIFA mau menghukum Indonesia, mereka sebenarnya bisa melakukan itu sejak lama”. Kali ini, dengan kekisruhan entah jilid ke berapa, akankah ia datang?

Banyak yang bisa dijadikan alasan kenapa Indonesia semestinya sudah diskorsing FIFA. Itu bisa dimulai ketika PSSI era Nurdin Halid memelintir sebuah pasal dari statuta FIFA terkait status seorang terpidana kasus hukum.

Lebih heboh lagi adalah beberapa kongres yang 'luar biasa', seperti di Pekanbaru yang sampai melibatkan tentara di luar arena kongres, dan akhirnya batal terlaksana. Berikutnya kongres Komite Normalisasi pimpinan Agum Gumelar yang deadlock. Thierry Regenass, yang merupakan orang FIFA paling terkenal di Indonesia kala itu, sampai pucat pasi ketika menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri hujan interupsi, dan polisi yang begitu sigap masuk ruangan guna melindungi pimpinan sidang. Entah apa sesungguhnya yang ada di pikiran dia dengan pengalaman “mengerikan” itu.

Betapa hebatnya FIFA (dan statuta) bagi pengurus federasi sepakbola di negeri ini. Nurdin dan Djohar Arifin sama-sama kerap memakai itu sebagai tameng dari setiap kritikan. Ini sesuai statuta, ini melanggar aturan FIFA. Hati-hati dengan statuta, bisa-bisa kita dijatuhi sanksi FIFA. Dan seterusnya.

Entah sudah berapa kali wacana sanksi FIFA itu bergulir untuk sepakbola Indonesia. Sebagian masyarakat menjadi “bingung”. Ketika menghadapi rezim Nurdin yang keras kepala, skorsing FIFA dianggap sebagai sesuatu yang tidak apa-apa. Dalihnya, dicekal sebentar lebih baik daripada diorupsi terus-terusan.

Di awal pertempuran PSSI versus KPSI, wacana itu muncul lagi. Kali itu ancaman skorsing dinilai akan sangat merugikan, menghambat pembinaan dan lain-lain. Dan kini, setelah pertempuan itu tak selesai-selesai, sepertinya sanksi FIFA menjadi opsi yang didukung lagi. Bedanya, alasannya lebih “simpel”: masyarakat muak dengan perebutan kekuasaan yang menyengsarakan banyak pihak ini 

“Sanksi FIFA” atau “statuta FIFA” jadi kosa kata populer dalam perbincangan mengenai sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun lamanya. Dari era kepemimpinan Nurdin sampai sekarang. Ini cerminan betapa sepak bola Indonesia sudah kehilangan kreativitas dan ide.

Jika dulu Nurdin and the ganks menakut-nakuti publik sepakbola dengan “sanksi FIFA” dan “statuta FIFA”, kini penerus mereka malah menginginkan “sanksi FIFA” jika itu dirasa sebagai satu-satunya cara untuk merebut kepemimpinan PSSI dari tangan Djohar Arifin. Sementara itu, era Djohar sebenarnya mencoba mengenalkan kosa kata baru, seperti “industri sepakbola” atau “sport science”, tapi ujung-ujungnya – seperti terlihat dalam beberapa waktu terakhir—“sanksi FIFA” dan “statuta FIFA” lagi-lagi menjadi kosa kata yang mendominasi pembelaan diri mereka.

Sejarah kembali berulang. Histoire se repete. Sama saja – setidaknya sama-sama menggunakan dan mengekploitasi kosa kata “sanksi FIFA” dan “statuta FIFA”.

FIFA seperti dewa, padahal di Eropa sana organisasi pimpinan Sepp Blatter ini sudah mulai ketahuan belangnya. Mereka ladang korupsi juga. Mantan pelatih timnas Inggris, Graham Taylor, misalnya, pada Juni tahun lalu pernah membongkar salah satu kebiasaan korup di FIFA tersebut. Ketika bekerja di Komite Teknis, ia mengaku sering diminta me mark-up biaya-biaya.

Di luar sisi buruk FIFA tersebut, kiranya perlu juga dipikirkan soal Indonesia yang tak kunjung diberi sanksi oleh mereka. Akui saja, Indonesia bukan siapa-siapa di dunia sepakbola. Boro-boro ikut Piala Dunia, juara di level ASEAN saja, yang jumlah negaranya tak lebih dari 10, susahnya minta ampun.

Mohon jangan tersinggung dan mengatakan saya tidak nasionalis. Tapi, sejauh ini Indonesia bukanlah pelaku dalam sepakbola dunia, melainkan pasar. Ratusan juta orang di negeri yang sangat menggilai sepakbola adalah sebuah pasar yang besar. Puluhan juta manusia senang memakai kostum Manchester United, Real Madrid, AC Milan dan lain-lain -- asli maupun abal-abal. Dan klub-klub itu siap datang ke Jakarta kapan saja selama harganya cocok. Hak siar liga/kompetisi Eropa yang harganya ratusan miliar rupiah, setiap tahun dijual ke Indonesia. Untuk urusan membeli produk sepakbola luar, betapa Indonesia “gemah ripah loh jinawi”.

Maka dari itu, semestinya pasar kita bisa bermanfaat untuk kita sendiri. Sepakbola Indonesia ya buat Indonesia. Sialnya, karena konflik “abadi” ini potensi-potensi itu menjadi terbengkalai, tak tergarap. Sponsor pun jadi malas datang. Energi terus saja dikuras untuk berebut kue yang sedang tak seberapa itu. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus miliar yang sudah dikeluarkan Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro untuk melanggengkan pertarungan itu.

Sementara itu, tim nasional kemarin sampai harus menerima belas kasihan suporter yang menyumbangkan uang untuk membantu biaya berangkat ke Piala AFF yang baru lalu -- dan kita tersungkur, tapi pemain-pemainnya dicaci maki pula. Lalu klub-klub pun sudah kehabisan bensin untuk membayar gaji para pemainnya, dan Diego Mendieta telah kehilangan nyawanya di tanah yang kaya ini, akibat ulah mereka yang tak bertanggung jawab menelantarkan orang secara tidak manusiawi.

Sepakbola Indonesia ya buat Indonesia. Mestinya sih begitu. Tidak puas hanya jadi konsumen dan pasar para pemilik klub-klub Eropa, mosok sekarang kita harus jadi konsumen “kerakusan” para pemodal sepak bola lokal?

Salah siapakah itu semua? Salah FIFA? Well, FIFA takkan mengatrol posisi kita di daftar peringkat dunia selama timnas kita tak menang-menang, atau menalangi gaji pemain yang berbulan-bulan tak dibayar klub-klub di sini. Ini jelas salah kita.

Sesungguhnya saya tidak tahu apakah harus senang atau sedih jika FIFA kali ini -- sekali lagi, jika kali ini – benar-benar akan menjatuhkan sanksi untuk Indonesia -- entah karena akhirnya PSSI dinyatakan tak mampu dan melanggar sebuah statuta, atau lantaran intervensi pemerintah, karena hanya dua hal itu yang memungkinkan sebuah negara dihukum FIFA.

Kemarin, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia pada 10 Desember, setelah terjadi dua kongres di Palangkaraya dan Jakarta -- organisasi yang sah melakukannya di lobi hotel sambil berdiri karena pintu ruang sidang dikunci polisi, sedangkan yang tidak sah lancar-lancar saja menggelarnya di ballroom hotel --, ditambah sikap tak tegas dari pemerintah, saya lebih memikirkan bagaimana nasib sepakbola Indonesia yang sudah nyaris lumpuh ini di esok hari, jika ataupun tidak disanksi FIFA.

Maka tulisan ini bukan untuk menyodorkan sebuah solusi. Tulisan ini cuma untuk mengutuk mereka yang telah memperkosa sepakbola negeri ini.

==

* Penulis adalah redaktur detiksport. Akun twitter: @sururi10

Kamis, 29 November 2012

Tentang Delphi

Delphi adalah pemrograman yang berorientasi objek yang diturunkan dari bahasa pemrograman pascal. Pascal adalah bahasa pemrograman yang berbasis DOS dibuat tahun 1971 oleh Niklaus Wirth dari Swiss, nama pascal sendiri diambil dari nama matematikawan dan ahli filsafat di Perancis yaitu Blaise Pascal yang lahir tahun 1623 dan wafat tahun 1662. Pascal dirilis tahun 1983 oleh Borland International salah satu perusahaan software yang terkemuka di California.

Pada tahun 1993 Borland International mengembangkan bahasa pemrograman pascal bersifat Visual yang disebut Delphi, pemrograman ini resmi dipasarkan pada tahun 1995 oleh Borland International. Pemrograman ini dibuat secara modern yang berjalan di Sistem Operasi Windows mulai dari versinya yang pertama Delphi 1, dalam tahun-tahun selanjutnya Delphi terus dikembangkan guna mengikuti  jaman dan sampai sekarang sudah keluar versi terbaru yaitu Delphi versi 2010.

Delphi adalah alat perancang aplikasi secara cepat dan praktis "Rapid Aplication Development" (RAD), dan dikembangkan dengan cara visualisasi untuk lebih memudahkan perancang dalam menghasilkan aplikasi-aplikasi yang "rileble" handal. Pada prinsipnya, pemrograman ini sama dengan pemrograman visual lainnya, misalnya Visual Fixpro, Visual Basic, Power Builder, dan C++.

Minggu, 18 November 2012

Kualitas Citra


Peningkatan mutu / kualitas citra
Perbaikan kualitas citra (image enhancement) merupakan salah satu proses awal dalam pengolahan citra. Perbaikan kualitas citra diperlukan karena seringkali citra yang dijadikan objek mempunyai kualitas yang buruk, misalnya citra mengalami derau (noise), citra terlalu gelap/terang, citra kurang tajam, kabur, dan sebagainya. Image enhancement juga melibatkan level keabuan dan manipulasi kontras, pengurangan derau, pemfilteran, penajaman, interpolasi dan magnifikasi, pseudo warna, dan sebagainya
Pada penulisan kali ini tekhnik yang akan di gunakan adalah Perataan Histogram (Histogram Equalization)
Teknik perataan histogram merupakan gabuang anatara penggeseran danpelebaran histogram. Tujuan yang akan dicapai pada teknik ini adalah untukmendapatkan citra

Operasi perbaikan kualitas citra :
a.  Perbaikan kontras gelap/terang
b.  Perbaikan tepian objek (edge enhancement)
c.  Penajaman (sharpening)
d.  Pemberian warna semu (pseudocoloring)
e.  Penapisan derau (noise filtering)