ANANDA UTAMA
1 0 1 1 0 6 3 6
2 KA 17
- Workshop "How To Overclock Your PC"
- Seminar "Psychological Approach In Learning With Multimedia and Cyberpsychology"
Tampilkan postingan dengan label Tugas Teori Organisasi Umum 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Teori Organisasi Umum 2. Tampilkan semua postingan
Minggu, 01 Juli 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi
Pada umumnya, organisasi hanya menilai kinerja mereka berdasarkan
aspek keuangan. Sedangkan faktor penggunaan teknologi dan sistem informasi,
penerapan budaya organisasi dan sistem manajemen mutu seringkali diabaikan. Teknologi
Informasi (TI) adalah faktor yang sangat mendukung dalam penerapan sistem
informasi yang merupakan suatu solusi organisasi dan manajemen untuk memecahkan
permasalahan manajemen yang timbul. Menuju era globalisasi para pimpinan
organisasi dalam pengambilan keputusan (decision making) tertentu untuk
pengembangan solusi yang baru maupun perubahannya akan digantikan oleh peranan
Sistem Informasi (SI) yang didukung oleh TI yang tepat guna. Salah satu modal
yang harus ditingkatkan untuk menghadapi hal tersebut adalah efektifitas
pemanfaatan TI.
Organisasi dapat diartikan sebagai suatu pengaturan orang-orang
secara sengaja untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Rumah sakit di mana pasien
dirawat, peguruan tinggi tempat mahasiswa menuntut ilmu, bank tempat nasabah
menabung, dan negara atau daerah tempat masyarakat tinggal merupakan bentuk
dari organisasi yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya
merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan
dilakukan dan cara para pegawai berperilaku. Sebagai ilustrasi, orang bisa saja
sangat mampu dan efisien tanpa tergantung pada orang lain, tetapi perilakunya
tidak sesuai dengan budaya organisasi. Dengan demikian, organisasi pasti
memiliki budaya, dan budaya tersebut akan menentukan organisasi tersebut akan
bisa sukses dalam jangka panjang atau tidak.
Begitu pentingnya budaya dalam organisasi sehingga banyak
organisasi akhir-akhir ini telah mengakui dan menyadari bahwa budaya dapat memberikan
warna tersendiri dalam hubungan antar anggota di dalam organisasi. Budaya juga
dipandang sebagai variabel independen yang mempengaruhi perilaku anggota guna meningkatkan
kinerja mereka dan organisasi. Jika budaya itu telah melembaga di dalam
organisasi, maka pengorganisasi dan pengendalian atas anggota-anggotanya akan
lebih mudah untuk dikontrol sebagaimana individu mengontrol dirinya sendiri.
Sumber:
http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/postgraduate/information-system/Sistem%20Informasi%20Bisnis/Artikel_92206033.pdf
- Rabu 20 Juni 2012 – 10.05
A.
Pengertian Budaya Organisasi
Budaya dan/atau kebudayaan yang hanya
terdapat dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan/atau makhluk
budaya. Dengan kata lain kebudayaan hanya terdapat dalam kehidupan sosial atau
kehidupan bersama dalam kebersamaan yang disebut masyarakat. Dalam
kenya-taannya tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan dan tidak ada kebudayaan
diluar sebuah masyarakat. Sehubungan dengan itu Edgar Schein dalam Fred Luthans
(2006:124) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah: Pola asumsi dasar
diciptakan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat mereka menyesuaikan
diri dengan masalah-masalah eksternal dan integrasi internal yang telah bekerja
cukup baik serta dianggap berharga, dan karena itu diajarkan pada anggota baru
sebagai cara yang benar untuk menyadari, berpikir dan merasakan hubungan dengan
masalah tersebut.
Sutrisno (2010 ; 2) mendefinisikan budaya organisasi sebagai perangkat sistem nilai-nilai (values), keyakinan-keyakinan (beliefs) atau norma-norma yang telah lama berlaku, disepakati dan diikuti oleh para anggota suatu organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Menurut Kreitner dan Kinicki (2001) dalam Sudarmanto (2009; 116) bahwa budaya organisasi merupakan bagian nilai-nilai dan kepercayaan yang mendasari/ menjadi identitas perusa-haan/organisasi.
Robbin (2007; 62) menyatakan bahwa budaya itu adalah sistem makna dan keyakinan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan, sebagian besar cara mereka bertindak satu terhadap yang lain dan terhadap orang luar.
Mangkunegara A.P. (2008; 113) dapat mendefinisikan bahwa pengertian organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Menurut Hofstede (1991) pengertian budaya organisasi adalah : “Budaya organisasi adalah apa persepsi para pekerja dan bagaimana persepsi tersebut membentuk pola-pola kepercayaan, nilai-nilai dan ekspektasi-ekspektasi”. Sedangkan menurut Greiner et al., (1995) menyebutkan bahwa : “budaya organisasi merupakan suatu pola dari nilai-nilai, keyakinankeyakinan, kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki dan dipegang bersama serta diadopsi oleh orang-orang yang membentuk suatu organisasi”.
Dari berbagai definisi tersebut pada prinsipnya budaya organisasi merupakan nilai, anggapan, asumsi, sikap dan norma perilaku yang telah melembaga kemudian mewujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas dari organisasi tertentu.
Sutrisno (2010 ; 2) mendefinisikan budaya organisasi sebagai perangkat sistem nilai-nilai (values), keyakinan-keyakinan (beliefs) atau norma-norma yang telah lama berlaku, disepakati dan diikuti oleh para anggota suatu organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Menurut Kreitner dan Kinicki (2001) dalam Sudarmanto (2009; 116) bahwa budaya organisasi merupakan bagian nilai-nilai dan kepercayaan yang mendasari/ menjadi identitas perusa-haan/organisasi.
Robbin (2007; 62) menyatakan bahwa budaya itu adalah sistem makna dan keyakinan bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang menentukan, sebagian besar cara mereka bertindak satu terhadap yang lain dan terhadap orang luar.
Mangkunegara A.P. (2008; 113) dapat mendefinisikan bahwa pengertian organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Menurut Hofstede (1991) pengertian budaya organisasi adalah : “Budaya organisasi adalah apa persepsi para pekerja dan bagaimana persepsi tersebut membentuk pola-pola kepercayaan, nilai-nilai dan ekspektasi-ekspektasi”. Sedangkan menurut Greiner et al., (1995) menyebutkan bahwa : “budaya organisasi merupakan suatu pola dari nilai-nilai, keyakinankeyakinan, kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki dan dipegang bersama serta diadopsi oleh orang-orang yang membentuk suatu organisasi”.
Dari berbagai definisi tersebut pada prinsipnya budaya organisasi merupakan nilai, anggapan, asumsi, sikap dan norma perilaku yang telah melembaga kemudian mewujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas dari organisasi tertentu.
Sumber:
-
http://selalucintaindonesia.wordpress.com/2012/06/14/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya-organisasi/
- Rabu 20 juni 2012 – 10.22
-
http://astrigustiningtyass.blogspot.com/2012/06/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya.html
- Rabu 20 juni 2012 – 10.26
- Fungsi
Budaya Organisasi
Kesinambungan
organisasi sangat tergantung pada budaya yang dimiliki. Susanto (1997)
mengemukakan bahwa budaya perusahaan dapat dimanfaatkan sebagai daya saing
andalan organisasi dalam menjawab tantangan dan perubahan. Budaya organisasi
pun dapat berfungsi sebagai rantai pengikat dalam proses menyamakan persepsi
atau arah pandang anggota terhadap suatu permasalahan, sehingga akan menjadi
satu kekuatan dalam pencapaian tujuan organisasi.
Budaya memiliki
beberapa fungsi didalam suatu organisasi, yaitu:
1. budaya memiliki suatu peran batas-batas
penentu; yaitu, budaya menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan
organisasi yang lain.
2. budaya berfungsi untuk menyampaikan rasa
identitas kepada anggota-anggota organisasi.
3. budaya mempermudah penerusan komitmen hingga
mencapai batasan yang lebih luas, melebihi batasan ketertarikan individu.
4. budaya mendorong stabilitas sistem sosial.
Budaya merupakan suatu ikatan sosial yang membantu mengikat kebersamaan
organisasi dengan menyediakan standar-standar yang sesuai mengenai apa yang
harus dikatakan dan dilakukan karyawan.
5. budaya bertugas sebagai pembentuk rasa dan
mekanisme pengendalian yang memberikan panduan dan bentuk perilaku serta sikap
karyawan.
Sumber :
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/10/manfaat-budaya-organisasi.html
- Rabu 20 juni 2012 – 10.40
http://selalucintaindonesia.wordpress.com/2012/06/14/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya-organisasi/
- Rabu 20 juni 2012 – 10.46
B. Pengaruh Teknologi Terhadap
Kreatifitas Individu dan Team
Saat ini penerapan
teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam individu, organisasi maupun
dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan persaingan. Pembangunan
Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara bertahap sebelum sebuah sistem
holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan
kekuatan sumber dayayang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis
TeknologiInformasi senantiasa diselaraskan dengan Rencana Perusahaan,
agarsetiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi
Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur Teknologi Informasi Perusahaan
pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai
berikut :
- Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
- Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
- Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Departemen IT sering
kali dipandang sebelah mata karena merupakan departemen yang hanya bisa
menghabiskan uang tanpa bisa menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi
problematika tersendiri bagi departemen IT di perusahaan. Terkadang banyak
perusahaan memandang sebelah mata akan peran IT dalam menunjang proses di
Perusahaan tersebut, memang belum banyak alat ukur yang dapat digunakan untuk
mengukur seberapa besar IT berperan atau ikut andil dalam memajukan perusahaan
?
Beberapa penerapan
dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia
bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan. Dan yang akan dibahas
disini adalah khusus penerapan Teknologi Infromasi dan Komunikasi dalam
Perusahaan.
Penerapan Teknologi
Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi
waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan
teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan
Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat
lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan
Untuk dapat mengetahui
andil departemen IT di perusahaan adalah dengan mengetahui keuntungan-keuntungan
penerapan teknologi IT di perusahaan tersebut, misalnya :
1. Yang tadinya manual
menjadi otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya
untuk kertas, alat tulis, dll.
2. Waktu mengerjakan
yang lebih cepat dengan adanya IT. Sebab dengan IT ini akan memperbendek rantai
birokrasi, yang tadinya selesai dalam 1 minggu dengan IT hanya butuh waktu 1
hari. Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan
penghematan sekian rupiah.
3. Pengambilan
keputusan yang lebih cepat, karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat
diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi
lebih kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena
pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak
order.
4. Dengan penerapan
teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran, karena
promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil
perusahaan dari mana saja diseluruh dunia.
5. Dengan IT maka
sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini
akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen
akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke
kantor cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.
Jadi sebenarnya
penerapan IT ini akan sangat menghemat biaya di semua aspek, baik tenaga kerja,
proses, pemasaran, maupun manajemen. Dan penerapan IT ini juga akan dapat
mempercepat kemajuan perusahaan, dengan semain meningkatnya margin perusahaan.
Untuk mengetahui
secara pasti berapa keuntungan yang dihasilkan oleh IT maka Anda dapat
menghitungnya dari penghematan-penghematan yang dihasilkan perusahaan Anda
sebagai imbas dari penerapan IT dikonversikan ke Rupiah, dan kemajuan-kemajuan
yang dicapai perusahaan anda dari penerapan IT ini, maka akan muncul angka yang
cukup signifikan.
Sistem Informasi
secara umum mempunyai beebrapa peranan dalam perusahaan, diantaranya sebagai
berikut:
1. Minimize risk
Setiap bisnis memiliki
risiko, terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan. Pada umumnya risiko
berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain
yang berada diluar control perusahaan.. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah
tersedia untuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti
forecasting, financial advisory, planning expert
dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu
perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk
membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.
2. Reduce costs
Peranan teknologi
informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya
operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas
perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang
ditawarkan teknologi informasi untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan
operasional yaitu:
· Eleminasi
proses
Implementasi berbagai
komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau mengeliminasi
proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh call center untuk menggantikan
fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhan pelanggan.
· Simplifikasi
proses
Berbagai proses yang
panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan dengan
mengimplementasikan berbagai komponen teknologi informasi. Contoh order dapat
dilakukan melalui situs perusahaan tanpa perlu datang ke bagian pelayanan
order.
· Integrasi
proses
Teknologi informasi
juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga
terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan
pelanggan juga).
· Otomatisasi
proses
Mengubah proses manual
menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari teknologi informasi.
3. Add Value
Peranan selanjutnya
dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan
perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan
pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehingga pelanggan
tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang.
4. Create new
realities
Perkembangan teknologi
informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu
menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya.
Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, e-procurement,
e-customer, e-loyalty, dan lain-lainnya pada
dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis di era
globalisasi informasi.
Bagi beberapa
perusahaan, sebuah strategi IT tidak selalu pada kasus yang formal. Walaupun
dinamakan perencanaan Sistem Informasi (IS) “Strategic”, arsitektur
aplikasi, data, teknologi dan proses manajemen IS, yang terdiri dari standar
pengembangan dan pelaporan, semuanya disajikan dengan rencana, proses dan
kebutuhan dari bisnis yang ada saat ini. Tidak ada acuan atau philosofi untuk
kegunaan teknologi di perusahaan dan tidak terkesan adanya aturan yang
signifikan dalam menentukan strategi mana yang lebih efektif, menguntungkan dan
dapat dikerjakan dengan mudah.
Dalam lingkungan
konvensional, hubungan antara strategi kompetitif perusahaan dan manfaat
penggunaan IT dikembangkan melalui beberapa lapisan; dari perencanaan, analisa
dan perancangan. Dapat dipahami bila pada ligkungan sseperti ini IT memiliki
pengaruh yang kecil terhadap strategi kompetitif perusahaan. Sejalan dengan
semakin luasnya pemanfaatan IT di lingkungan bisnis, semakin terlihat tidak ada
lagi pemisahan antara IT dan Strategi kompetitif perusahaan, karena semua
strategi kompetitif harus memiliki IT sama halnya dengan memiliki marketing,
produsen dan keuangan.
Strategi IT membantu
manager untuk mendefinisikan batasan pembuatan keputusan untuk tindakan
berikutnya, tapi menghentikan dengan singkat dalam menentukan tindakan untuk
dirinya sendiri. Hal ini merupakan perbedaan mendasar antara Strategi IT dan
perencanaan IT. Strategi IT merupakan kumpulan prioritas yang menguasai
pembuatan keputusan bagi user dan proses data profesional. Hal itu merupakan
bentuk aturan framework untuk kegunaan IT dalam perusahaan, dan menjelaskan
bagaimana seorang eksekutif senior pada perusahaan akan berhubungan pada
infrastruktur IT. Perencanaan IT pada hal lain, memfokuskan pada pelaksanaan
dari Strategi IT.
Perencanaan Strategis
Sistem Informasi diperlukan agar sebuah organisasi dapat mengenali target
terbaik untuk melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi manajemen dan
menolong untuk memaksimalkan hasil dari investasi pada bidang teknologi
informasi. Sebuah sistem informasi yang dibuat berdasarkan Perancangan
Startegis Sistem Informasi yang baik, akan membantu sebuah organisasi dalam
pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan
pencapian bisnisnya. Dalam dunia bisnis saat ini, penerapan dari teknologi informasi
untuk menentukan strategi perusahaan adalah salah satu cara yang paling efektif
untuk meningkatkan performa bisnis.
Strategi TI diperlukan
untuk
• Pengetahuan mengenai
teknologi baru
• Dilibatkan dalam
perencanaan taktis dan strategis
• Dibahas dalam
diskusi perusahaan
• Memahami kelebihan
dan kekurangan teknologi
Dengan semakin
berkembangnya peranan teknologi informasi dalam dunia bisnis, maka menuntut
manajemen SI/TI untuk menghasilkan Sistem Informasi yang layak dan mendukung
kegiatan bisnis. Untuk itu, dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen
SI/TI. Perubahan yang terjadi adalah dengan diterapkannya Perancangan Strategis
Sistem Informasi untuk memenuhi tuntutan menghasilkan SI yang mendukung
kegiatan bisnis suatu organisasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan dunia
bisnis, peningkatan Perencanaan Strategis Sistem Informasi menjadi tantangan
serius bagi pihak manajemen SI/TI.
SI/TI sebagai Enabler,
Organisasi/perusahaan dituntut untuk mengaplikasikan teknologi bukan hanya untuk
menjaga eksistensi bisnisnya melainkan juga untuk menciptakan peluang dalam
persaingan. Pemahaman mengenai peran pengembangan teknologi dan sistem
informasi diperlukan untuk mengelola teknologi dan sistem informasi dalam
organisasi itu sendiri.
IT mendukung
perusahaan/organisasi di level
• Strategik
Relevan dengan target
pencapaian jangka panjang dan bisnis secara keseluruhan
• Taktis
Diperlukan untuk
mencapai rencana dan tujuan strategis dalam rangka melakukan perubahan menuju
sukses
• Operasional
Proses dan aksi yang
harus dilakukan sehari-hari untuk menjaga kinerja
Sumber:
http://selalucintaindonesia.wordpress.com/2012/06/14/pengaruh-teknologi-terhadap-budaya-organisasi/
- Rabu 20 Juni 2012 – 11.46
Rabu, 23 Mei 2012
KELOMPOK DALAM ORGANISASI, KELOMPOK? (Team Work)
1.
PENGERTIAN
ORGANISASI
Kata organisasi berasal dari istilah Yunani Organon
dan istilah Latin Organum yang artinya alat, bagian, anggota, atau badan.
Organisasi adalah suatu kelompok orang
dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial,
organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian
mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour),
atau analisis organisasi (organization analysis).
Menurut para ahli
terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
KELOMPOK
Kelompok
adalah suatu kumpulan dua atau lebih orangt-oranmg yang mengalami interaksi
dinamis satu sama lain (McGrath, 1984). Definisi ini mencakup berbagai jenis
kelompok, misalnya sebuah keluarga kecil, sebuah kelompok kerja besar, suatu
kelompok eksperimen yang hanya bertemu pada satu kesempatan, suatu unit militer
yang bertugas bersama-sama dalam hitungan bulan atau tahun.
Kelompok
bersifat dinamis sedangkan agrerat relatif pasif. Anggota-anggota kelompok
saling menyadari keberadaan satu sama lain sedangkan orang-orang agrerat
seringkali melupakan orang-orang di sekitarnya.
Dalam
interaksi personal pengertian kelompok memiliki maksud sendiri yaitu proses
pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya
atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.
Dalam
persepsi keanggotaan adalah kelompok itu suatu struktur atau bagian terpenting
di dalam suatu keanggotaan. Lain hal dalam pengertian kelompok dalam
kesalingantungan yaitu kelompok adalah saling terhubungnya hubungan sosial satu
sama lain dengan orang lain dan dapat menimbulkan ketergantungan satu sama
lain.
Menurut Smith
(1945): Kelompok sosial adalah satu unit yang terdiri dari sejumlah organisme
yang mempunyai persepsi kolektif tentang kesatuan mereka dan mempunyai
kemampuan untuk berbuat dan bertingkah lahu dengan cara yang sama terhadap
lingkungan.
Dalm
interaksi personal, menurut Homans (1950): kelompok adalah sejumlah individu
berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya
tidak terlalu banyak.
2.
JENIS
– JENIS KELOMPOK
1.
Kelompok
Formal: kelompok yang mempunyai struktur
organisasi dan peraturan yang tegasdan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya
untuk mengatur hubungan diantara anggotanya. Contoh: Organisasi
Militer, Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Kelompok NON-Formal:
kumpulan
dari dua orang atau lebih yang telibat pada
suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh: Arisan, kelompok belajar, team futsal, dan lain sebagainya.
suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh: Arisan, kelompok belajar, team futsal, dan lain sebagainya.
3. PENGALAMAN PRIBADI DALAM KELOMPOK
Saya
mempunyai organisasi yang bernama “Wiskul Organization” dimana organisasi ini
menjalankan kegiatan-kegiatan seperti: fun futsal, wisata kuliner, jalan-jalan,
dan setiap tahunnya kami melakukan kegiatan amal yang bertujuan untuk
mempererat persaudaraan kita. Disini saya sebagai bendahara yang mengatur
keuangan kelompok saya. Kadang – kadang setiap menjalankan kegiatan kami selalu
menghadapi perbedaan pendapat, disitulah yang menarik kita dituntut berpikiran
dewasa supaya memiliki jalan tengahnya dan bisa menjalankan tujuan kita dengan
fun. Sekian cerita pribadi saya dalam kelompok/organisasi ini.
- Hambatan
Hambatan dari kelompok/organisasi selalu ada, sikap yang diambil haruslah dihargai. banyaknya perbedaan pendapat antara anggota, dan adanya selisih paham antara anggota maupun atasan.
- Solusi
Solusinya adalah sabar, tenang, berpikir matang-matang, bersikap dewasa dalam mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai keputusan yang akan diambil.
- Pemecahan
Bermusyawarah antar sesama anggota dan atasan supaya menemukan titik temu dari tujuan organisasi/kelompok tersebut.
- Hambatan
Hambatan dari kelompok/organisasi selalu ada, sikap yang diambil haruslah dihargai. banyaknya perbedaan pendapat antara anggota, dan adanya selisih paham antara anggota maupun atasan.
- Solusi
Solusinya adalah sabar, tenang, berpikir matang-matang, bersikap dewasa dalam mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai keputusan yang akan diambil.
- Pemecahan
Bermusyawarah antar sesama anggota dan atasan supaya menemukan titik temu dari tujuan organisasi/kelompok tersebut.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
- 22 Mei 2012 – 11.05
http://chanurimas.wordpress.com/2010/10/01/pengertian-kelompok/
- 22 Mei 2012 – 11.10
http://www.scribd.com/doc/86552948/5/Kelompok-Formal-dan-Kelompok-Informal
- 22 Mei 2012 – 11.20
Senin, 30 April 2012
TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A.
PENDAHULUAN
Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang
dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya
mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu
sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu
diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang
dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang
sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan
mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat
adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya
merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap
manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan
keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
Pengertian Pengambilan Keputusan
dikemukakan oleh,
-
Ralp C.
Davis.
-
Mary Follet.
-
James
A.F. Stoner.
*Keputusan dapat dijelaskan sebagai
hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan
pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang
telah ditetapkan.
*Seorang pengambil keputusan haruslah
memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
*Secara umum pengertian teori
pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses
pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan
masalah.
FUNGSI DAN TUJUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
*Fungsi Pengambilan Keputusan individual atau kelompok baik secara
institusional ataupun organisasional,
sifatnya futuristik.
*Tujuan Pengambilan Keputusan tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan
dengan masalah lain) Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan,
dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif).
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam organisasi
itu dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan
semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan dapat dicapai dengan mudah
dan efisien. Namun, kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melaksanakan
kegiatan. Ini merupakan masalah yang hatus dipecahkan oleh pimpinan organisasi.
Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah tersebut.
UNSUR-UNSUR PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
*Tujuan dan pengambilan
keputusan
*Dentifikasi alternatif-alternatif, keputusan untuk pemecahan
masalah
* Perhitungan mengenai faktor-faktor
yang tidak dapat diketahui,
*Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil.
DASAR-DASAR
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
George R. Terry menjelaskan dasar-dasar dari pengambilan keputusan
yang berlaku,
*Intuisi
Keputusan yang diambil berdasarkan intuisi
atau perasaan lebih bersifat subjektif yaitu mudah terkena sugesti, pengaruh
luar, dan faktor kejiwaan lain. Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini
terdapat beberapa keuntungan, yaitu :
1. Pengambilan keputusan oleh
satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
2. Keputusan intuitif lebih tepat
untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan.
Pengambilan
keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat Untuk
masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan
yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan. Akan tetapi, pengambilan
keputusan ini sulit diukur kebenarannya karena kesulitan mencari pembandingnya
dengan kata lain hal ini diakibatkan pengambilan keputusan intuitif hanya diambil
oleh satu pihak saja sehingga hal-hal yang lain sering diabaikan.
*Pengalaman
Dalam hal
tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan
masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi
pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang
menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat
membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.
*Fakta
Keputusan yang
berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan
keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu
sangat sulit.
*Wewenang
Keputusan yang
berdasarkan pada wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan
mengasosiasikan dengan praktik dictatorial. Keputusan berdasarkan wewenang
kadangkala oleh pembuat keputusan sering melewati permasahan yang seharusnya
dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas.
*Rasional
Keputusan yang
bersifat rasional berkaitan dengan daya
guna. Masalah – masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan
pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional
lebih bersifat objektif. Dalam masyarakat, keputusan yang rasional dapat diukur
apabila kepuasan optimal masyarakat dapat terlaksana dalam batas-batas nilai
masyarakat yang di akui saat itu.
Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam Pengambilan Keputusan
Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan menurut Terry, yaitu :
a)
Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak
berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam
pengambilan keputusan.
b)
Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan
untuk mencapai tujuan organisasi.
c)
Setiap keputusan jangan berorientasi pada
kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
d)
Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh
karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
e)
Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental
dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
f)
Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan
waktu yang cukup lama.
g)
Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis
untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
h)
Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar
diketahui keputusan itu benar.
i)
Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan
dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.
Keputusan
Individual dan Kelompok
Pengambilan
keputusan dapat dilakukan secara individual atau kelompok, tergantung bagaimana
sifat dan corak permasalahannya. Keputusan individual dibuat oleh seorang
pemimpin sendirian, sedangkan keputusan kelompok dibuat sekelompok orang.
Keputusan kelompok dibedakan dalam :
a)
Sekelompok pimpinan
b)
Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.
c)
Sekelompok orang yang mempunyai kedudukan sama
dan keputusan kelompok
Proses
Pengambilan Keputusan
- Identifikasi masalah
Dalam hal ini
pemimpin diharapkan mampu mengindentifikasikan masalah yang ada di dalam suatu
organisasi.
- Pengumpulan dan penganalisis data
Pemimpin
diharapkan dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat membantu memecahkan
masalah yang ada.
- Pembuatan alternatif-alternatif kebijakan
Setelah masalah
dirinci dengan tepat dan tersusun baik, maka perlu dipikirkan cara-cara
pemecahannya.
- Pemilihan salah satu alternatif terbaik
Pemilihan satu
alternatif yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah tertentu
dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang atau rekomendasi. Dalam pemilihan
satu alternatif dibutuhkan waktu yang lama karena hal ini menentukan
alternative yang dipakai akan berhasil atau sebaliknya.
- Pelaksanaan keputusan
Dalam
pelaksanaan keputusan berarti seorang pemimpin harus mampu menerima dampak yang
positif atau negatif. Ketika menerima dampak yang negatif, pemimpin harus juga
mempunyai alternatif yang lain.
- Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan
Setelah
keputusan dijalankan seharusnya pimpinan dapat mengukur dampak dari keputusan
yang telah dibuat.
B. Jenis -
Jenis Keputusan
Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses
pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen
di perusahaan jenis keputusan terdiri atas:
1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat
oleh manajemen puncak dalam sebuh perusahaan.
2.Keputusan
taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah
3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.
3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.
Berdasarkan
tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:
• Keputusan
Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur.
Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat
diketahui dengan pasti.
• Keputusan
tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang
tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya.
Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya
tidak dapat diprediksi.
• Keputusan
tidak terstruktur. disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui
pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.
SUMBER:
- Iman Murtono Soenhadji - http://imansoenhadji.files.wordpress.com/2010/09/handout-tpk-iman.pdf
- 22 April 2012 – jam 12.20
-
http://www.anneahira.com/pengambilan-keputusan.htm
- 22 April 2012 – jam 18.54
Sabtu, 17 Maret 2012
PERBEDAAN KEKUASAAN DAN WEWENANG
KEKUASAAN
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Sedangkan menurut pendapat dari beberapa para ahli kekuasaan adalah :
1. Menurut Gibson
Kekuasaan adalah Kemampuan seseorang untuk memperoleh seuatu sesuai dengan cara yang dikehendaki.
2. Menurut Max Weber
Kekuasaan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan- kemauannya sendiri dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan-tinakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.
3. Menurut Lewin
Kekuasaan adalah kemampuan potensial dari seseorang/kelompok orang untuk mempengaruhi yang lain dalam sistem yang ada.
Dalam pembicaraan umum, kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sehingga tidak salah bila dikatakan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan).
Sudut Pandang Kekuasaan
Kekuasaan memiliki 2 sifat yaitu:
- Kekuasaan Bersifat Positif
merupakan Kemampuan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada individu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi yang dapat memengaruhi dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan dengan sungguh-sungguh dan atau bukan karena paksaan baik secara fisik maupun mental.
- Kekuasaan Bersifat Negatif
Merupakan sifat atau watak dari seseorang yang bernuansa arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemegang kuasa dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya pemegang kekuasaan yang bersifat negatif ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik,mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan tanpa melakukan pemikiran yang tajam dalam mengambil suatu tindakan, bahkan mereka sendiri kadang-kadang tidak dapat menjalankan segala perintah yang mereka perintahkan kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasannya karena keterbatasan daya pikir tadi. dan biasanya kekuasaan dengan karakter negatif tersebut hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan di atas kekuasannya itu. karena mereka tidak memiliki kemampuan atau modal apapun selain kekuasaan untuk menghasilkan apapun, dan para pemegang kekuasaan bersifat negatif tersbut biasanya tidak akan berlangsung lama karena tidak akan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh rakyatnya.
Di negara demokrasi, dimana kekuasaan adalah ditangan rakyat, maka jalan menuju kekuasaan selain melalui jalur birokrasi biasanya ditempuh melalui jalur partai politik. Partai partai politik berusaha untuk merebut konstituen dalam masa pemilu. Partai politik selanjutnya mengirimkan calon anggota untuk mewakili partainya dalam lembaga legislatif. Dalam pemilihan umum legislatif secara langsung seperti yang terjadi di Indonesia dalam Pemilu 2004 maka calon anggota legislatif dipilih langsung oleh rakyat.
Sumber: Wikipedia - http://id.wikipedia.org/wiki/Kekuasaan - 11 Maret 2012 – 23.00
http://fisip.uns.ac.id/blog/pandu/2010/05/31/kekuasaan/ - 11 Maret 2012 – 23.15
Kekuasaan dalam negara dibagi menjadi tiga kekuasaan (Trias Politica) dalam buku L’Espris des Lois yaitu :
1. Legislatif, yaitu kekuasaan untuk membentuk undang - undang.
2. Eksekutif, yaitu kekuasaan untuk menjalankan undang - undang.
3. Legislatif, yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang - undang (mengadili). (Montesquieu (1668-1755)).
Secara umum ada dua bentuk kekuasaan:
1. Pertama kekuasaan pribadi, kekuasaan yang didapat dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin.
2. Kedua kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang formal organisasi.
Kekuasaan tidak begitu saja diperoleh individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench
dan Bertram Raven, yaitu :
1. Kekuasaan menghargai (reward power)
Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan).
2. Kekuasaan memaksa (coercive power)
Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).
3. Kekuasaan sah (legitimate power)
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu.
4. Kekuasaan keahlian (expert power)
Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang
dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).
5. Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi
pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma,
keberanian, simpatik dan lain-lain).
Sumber: http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/15113/2_WEWENANG, DELEGASI DAN DESENTRALISASI.pdf - 7 maret 2012 - 1:04
WEWENANG
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
Chester Bernard mendukung pandangan tersebut dengan menulis :
1. Komunikasi dapat dipahami
2. Dapat dipercayai bahwa hal tesebut tidak menyimpang disaat keputusannya dibuat.
3. Secara keseluruhan,dapat diyakini bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya.
4. Secara mental dan fisik mampu untuk mengikutinya.
1. Komunikasi dapat dipahami
2. Dapat dipercayai bahwa hal tesebut tidak menyimpang disaat keputusannya dibuat.
3. Secara keseluruhan,dapat diyakini bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan pribadinya.
4. Secara mental dan fisik mampu untuk mengikutinya.
Kekuasaan (power) sering sekali dicampur adukan dengan pengertian wewenang. Kekuasaan itu sendiri memiliki arti sebagai suatu kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Ada banyak sumber dari kekuasaan itu sendiri, dan keenam sumber kekuasaan tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
1. Kekuasaan balas – jasa.
2. Kekuasaan paksaan.
3. Kekuasaan sah.
4. Kekuasaan pengendalian informasi.
5. Kekuasaan panutan.
6. Kekuasaan ahli.
1. Kekuasaan balas – jasa.
2. Kekuasaan paksaan.
3. Kekuasaan sah.
4. Kekuasaan pengendalian informasi.
5. Kekuasaan panutan.
6. Kekuasaan ahli.
Persamaan tanggung jawab dan wewenang adalah baik dalam teori, tetapi sukar dicapai. Dapat disimpulkan, wewenang dan tanggung jawab adalah sama dalam jangka panjang, dan dalam jangka pendek, tanggung jawab lebih besar peranannya dari pada wewenang itu sendiri.
KESIMPULAN:
kekuasaan adalah kemungkinan seorang pelaku mewujudkan keinginannya di dalam suatu hubungan social yang ada termasuk dengan kekuatan atau tanpa mengiraukan landasan yang menjadi pijakan kemungkinan itu.
wewenang merupakan hak jabatan yang sah untuk memerintahkan orang lain bertindak dan untuk memaksa pelaksanaannya. Dengan wewenang, seseorang dapat mempengaruhi aktifitas atau tingkah laku perorangan dan grup.
Sumber kekuasaan terdiri dari harta benda, status, wewenang legal, charisma, dan pendidikan. Selain itu unsure kekuasaan juga berpengaruh yaitu meliputi: rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, dan pemujaan. Lapisan kekuasaan yaitu tipe kata, tipe oligarkis, dan tipe demokratis.
Bentuk wewenang terdiri dari:
1. Wewenang karena charisma, tradisional, dan rasional.
2. Wewenang resmi dan tidak resmi.
3. Wewenang pribadi dan territorial.
4. Wewenang terbatas dan menyeluruh.
Sumber: Leni Herlina - http://esai-esai.blogspot.com/2011/04/makalah-kekuasaan-wewenang-dan.html - 11 Maret 2012 – 23.32.
Terima Kasih Kepada:
Langganan:
Postingan (Atom)

