Senin, 10 Juni 2013

Selain Kepulauan Seribu, RS Apung Juga Layani Belitung Timur dan Kalbar

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Minggu, 09/06/2013 08:07 WIB

Jakarta, Rumah Sakit Apung (Floating Hospital) digagas untuk memberikan pelayanan medis bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia. Selain Kepulauan Seribu, RS ini juga memberikan pelayanan medis pada masyarakat di Belitung Timur dan Kalimantan Barat.

Dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan penggagas RS Apung, Dr Lie Dharmawan, dan ditulis detikHealth pada Minggu (9/6/2013), Rumah Sakit Apung ini merupakan milik swasta pertama di Indonesia. RS tersebut diberi nama sesuai penggagasnya yakni RSA dr Lie Dharmawan.

"Dalam trilogi Kepulauan Seribu-Belitung Timur-Kalimantan Barat, doctorSHARE telah mengobati total lebih dari 693 orang untuk pengobatan umum, 34 orang untuk bedah minor, dan 18 orang untuk bedah mayor dengan beberapa kasus yang tak mudah ditangani rumah sakit biasa. Selain itu, doctorSHARE juga memberi penyuluhan pada para siswa terkait beragam isu kesehatan," terang dr Lie.

Untuk diketahui dr Lie adalah pendiri doctorSHARE. Rumah Sakit Apung tersebut merupakan bagian dari visi doctorSHARE untuk menolong orang kesulitan agar dapat kembali ke lingkungan sosialnya dengan kekuatan sendiri. dr Lie berharap ke depannya RSA ini bisa menjadi menginspirasi lahirnya Rumah Sakit Apung-Rumah Sakit Apung lainnya di Indonesia.

"Kapal akan berlayar menuju Kalimantan Barat bagian timur dan memulai pelayanan medis bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Pelayanan medis akan berlangsung tanggal 11, 12, 13 Juni 2013 bekerja sama dengan Polda Kalbar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-67 berlokasi di Pelabuhan Direktorat Pol. Air Polda Kalbar," terang dr Lie.

Kapal yang dijadikan RSA ini merupakan buatan tahun 2008. Sejauh ini sejumlah perbaikan untuk mendukung kinerja RSA telah dilakukan seperti perbaikan mesin, penambahan sayap, penggantian jenis kemudi, dan interior kapal. Sebelum diberi nama KM RSA dr Lie Dharmawan, kapal ini bernama KLM Selebes Jaya.

KM RSA dr Lie Dharmawan berukuran 23,5 x 6,55 meter dengan fasilitas rumah sakit seperti kamar bedah, kamar USG & rontgen, laboratorium, ruang rawat pasien, ruang arsip, kamar dokter, kamar perawat, kamar karyawan, ruang diskusi, dapur, toilet, serta ruang kemudi kapal.

Profil Rumah Sakit Apung dr Lie Dharmawan

Nama Kapal: KM RSA dr Lie Dharmawan
Jenis Kapal: Kapal Motor
Bendera Kebangsaan: Indonesia
Tonase Kotor (GT): 114 GT
Tonase Bersih (NT): 35 NT
Mesin Induk: Mitsubishi 340 PK (8 DC 11)
Mesin Bantu: Dompeng 1994
Jiang Dong 2012
Tahun Pembangunan: 2008
Penggerak Utama: Mesin
Bahan Utama Kapal: Kayu
Jumlah Geladak: Satu
Jumlah Baling-Baling: Satu
Panjang Kapal: 23,5 meter
Lebar Kapal: 6,55 meter
Draft Kapal: 4,40 meter

Kecepatan Kapal
a. Maksimum: 10 knots
b. Normal: 8 knots
c. Ekonomis: 6 knots
Kapasitas Tanki Bahan Bakar: 2.000 liter
Kapasitas Tanki Air: 11 ton
Bahan Bakar: Solar/HSD

Sumber: http://health.detik.com/read/2013/06/09/080734/2268113/763/selain-kepulauan-seribu-rs-apung-juga-layani-belitung-timur-dan-kalbar

Analisis: Pembangunan RS Apung di Kep. Seribu, Belitung timur dan KalBar. Rumah Sakit Apung (Floating Hospital) digagas untuk memberikan pelayanan medis bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar